Besok takdir akan membawa dirimu ke tengah-tengah keluarga yang damai, namun akan membawaku kepaa perjuangan batin dan kesengsaraan.
Kau akan berada di rumah orang yang paling beruntung, sedang aku memasuki pintu gerbang kematian.
Kau akan diterima dengan ramah, sedangkan aku akan berada dalam cekikan kesepian.
Namun aku akan mendirikan patung cinta dan memujanya dalam lembah kematian.
Cinta akan menjadi satu-satunya selimut bagiku, akan kupakai seperti pakaian dan aku akan meminumnya bagaikan meneguk anggur.
Cinta akan membangunkanku di waktu subuh dan akan membawaku ke medan yang jauh.
Pada siang hari cinta akan membimbingku menuju bayang-bayang pohon, di mana aku bisa berteduh bersama burung-burung dari teriknya panas matahari.
Di waktu sore sebelum matahari terbenam, cinta memerintahkanku beristirahat sambil mendengarkan nyanyian alam semesta dan memperlihatkan padaku pergerakan awan yang remang-remang di langit biru.
Pada malam hari cinta akan memelukku, dan aku pun akan tidur, lalu bermimpi mengenai dunia yang amat menyenangkan, yang ada pada jiwa-jiwa para penyair dan pencinta.
Cinta, Wahai Kekasih, akan tinggal bersamaku hingga akhir hayatku. Bahkan sesudah mati, dengan izin Tuhan, kami tetap akan bersatu.
No comments:
Post a Comment