Monday, January 24, 2011

Sebuah Rumah Untuk Hatimu..

(Sebuah kutipan..)

Apa kau percaya jika hati selalu mengikuti ke mana cinta pergi ?








Bila kau di posisi itu, apakah kau rela melepaskan semua - pekerjaan mapan, bahkan kenyamanan hidup - demi selalu berada di sisinya ?
Tak ada yang menjanjikan semua akan berjalan baik-baik saja. Bisa jadi kemudian kau mengeluh, merutuk, bahkan menangis karena kerasnya hari-hari yang kau hadapi.


Tapi, kemudian dia menggenggam tanganmu, berusaha meyakinkanmu. Kau meragu, tapi juga tak bisa menolak tawaran cintanya. Pelan-pelan kau melanjutkan langkah. Memantapkan hati berjalan ke arahnya yang bersiap-siap menyambutmu dengan pelukan. Kali ini, kau tak bisa membantah. Kau tahu, sejauh apa pun kau pergi, hatimu selalu kembali padanya.


Kepada cinta_



Lalu di sinilah saya sekarang. Hidup terkatung-katung macam jamur di musim panas. Nak layu tapi masih pengen hidup, berharap juga kan datang hujan nanti malam. Kira-kira kan bisa menyejukkan kekeringan selama ini. Saya benar-benar ikuti kata hati ini, menelan semua kepahitan yang ternyata lebih pahit daripada yang saya bayangkan selama ini. Menjadi kelompok minoritas dari mayoritas kawan-kawan yang menjalankan hidup dengan "cara aman" kata mereka. Tapi saya tak mau hidup seperti itu. saya tak ingin nanti di hari tua, ketika waktu lebih banyak dihabiskan dengan termenung dan merenung, muncul gelembung-gelembung penyesalan akan impian yang tak teraih.



Lalu mungkin saat itu saya akan berfikir andaikan bisa kembali ke masa lalu dengan mesin waktu, ingin rasanya saya mengulang semuanya, berjuang meraih apa yang benar-benar saya butuhkan, apa yang benar-benar saya impikan. Maka anggap saja pemikiran itu tercapai. Dan entah dengan cara bagaimana kembalilah saya ke masa sekarang ini, saat ini, untuk mengubah semuanya. Ya, sekarang ini lah saatnya. Kesempatan itu sekaranglah saatnya. Berjuang semaksimal mungkin. Untuk cita-cita, untuk cinta.


وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

 “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

No comments:

Post a Comment