Ada momen tertentu ketika aku dapat melihat jelas ke dalam hatimu.Saat yang teramat singkat. Hanya 3 detik. Saat itu dirimu yang begitu anggunnya terpampang membutakan hati ini, membuat tenang hati, menarikku untuk terlepas sejenak dari seberapa berat pun beban yang ku tanggung dan derita. Senyum 3 detikmu.
Hanya 3 detik, namun itu cukup bagiku. Diantara keseharian yang lebih banyak kau habiskan di ruang kerja, diantara lembaran kertas, guratan pena, dan ketukan jari di keyboeard komputer. Aku hanya memiliki waktu 3 detik itu saja. Waktu yang paling indah bagiku. Saat-saat aku merasa paling dekat denganmu.
Aku selalu merindukan momen ini. Tak mengapa jika sejauh ini derita akibat penantian yang begitu dalam kurasakan, namun saat 3 detik itu tiba, lega rasanya.
Yang kubutuhkan hanya 3 detik itu saja. Aku tak berani untuk egois dan meminta 3 abad, 3 dasawarsa, atau 3 tahun, bahkan 3 detik lagi selain 3 detik itu. bagiku akan fatal akibatnya jika kupaksakan kehendakku.Maka telah belajar pula diriku untuk menikmati singkatnya waktu ini dengan sebaik-baiknya. Memuaskan dahaga yang telah lama terasa ini dengan beberapa tetes air penyejuk saja, dan berusaha puas dengan itu semua.
Senyum 3 detikmu adalah senyum terindah yang pernah ada.
No comments:
Post a Comment