Wednesday, December 30, 2009

I Beg..

 Rabu dini hari. Makin dekat menuju pergantian tahun. Di sini, di kamar ini, bagaikan ruang hampa, sunyi dalam senyap. Benarkah begitu ? Atau mungkin pendengaranku saja yang menjadi semakin peka secara aktivitas di luar sana sudah mulai berhenti semua agaknya. Denting jarum jam di ruang tengah sana bahkan bagaikan dentuman drum yang memekakkan malam. Hari ini sudah bergelas-gelas kopi meluncur ke lambung beserta ampasnya yang akhir-akhir ini jadi kebiasaanku buat turut diemut. Ada seseorang yang menganjurkan padaku beberapa masa yang lalu. Di sana dia berada, ratusan kilometer di ujung swarnadwipha ini, terlelap dalam tidur dan mimpi indahnya, mungkin. Saya harap begitu.

Kesepian. Di jalan menuju penemuan jati diri ini akhirnya kutemukan juga ia sebagai teman akrab. Dia begitu baik walau sudah kuusir berkali-kali dengan keramaian. Selalu tersenyum meskipun kuhardik ia dengan kerasnya kata dan umpatan. Diselimutinya aku saat dingin mendekat, bukannya memberi kehangatan malah makin menambah dingin jiwa dan raga sekaligus. Menyerah, kupasrahkan diri dan kuakrabkan hati dengannya. Senang dia, kini melekat terus denganku, ikut kemana pun aku pergi, rumah kura-kuraku.

Pukul dua lewat lima menit. Belum juga ada niatan untuk tidur. Akhir-akhir ini insomnia ini tambah parah saja agaknya. Obat tidur pun sudah tak ampuh lagi buat mengakali mata biar cepat terpejam. Dari pada bengong, kutuliskan juga semuanya di sini. Tak ada ide sebenarnya mau menuliskan apa. Bosan juga akhirnya kalau harus menulis hal-hal sedih dan desperate melulu. Namun tak pula ingin jadi orang yang munafik, sok-sok an bercerita tentang hal bahagia yang nyatanya sama sekali tidak dimiliki diri ini. Oke lah, kucoba buka brankas memoriku untuk mencari-cari jika ada hal-hal bahagia yang dapat kutuangkan lewat tulisan. Hmm, let me see.



Hmmm...




Hmmmm....








Hmmm....




Hmmm, gak ada rupanya. Ada emang, cuma endingnya itu yang awak ni tak suka. Malas untuk mengingat lagi, siapa pula tadi yang menyuruh membuka memori !!
Bengong lagi . Coba buka facebook, baca-baca status teman sepanjang hari ini. Hm, iri juga, kok bisa-bisanya mereka begitu bebas menuliskan hal-hal yang saya anggap terkadang konyol dan gak ada artinya sama sekali. Ada yang mau tidur lah, harus diumumin dulu ke semua, ada yang lagi makan lah terus ditulisin detail yang dimakan. Habis itu banyak pula lagi yang ngasih comment. Kadang ada rasa iri juga jujur ku ungkapkan. Pernah kucoba buat meniru mereka, menulis hal-hal yang sepele, gak ada tanggapan, akhirnya malu sendiri. Enough. Buatku untuk mendapatkan comment (baca, perhatian, red.) dari orang lain setidaknya harus menulis dulu pengalaman pahit dengan memilih kata-kata yang hiperbolis sedikit. Itu pun tanggapannya pertama pastinya pada tulisannya. “Wah, bagus banget tulisannya!”. Komen semacam inilah yang sering terdengar. Yah, aku cuma bisa tersenyum garing membacanya. Rupanya gak sesuai harapan dengan kenyataan. Ahahaha, gak tahu mereka bahwa sebenarnya aku sedang curhat. Cuma beberapa saja yang tanggap dan memberikan dukungan. Bukan salah mereka, memang aku nya yang punya sedikit teman dan cenderung menutup diri. Saya sadar sekali itu. Sekarang berusaha untuk sedikit membuka diri. Ku harap masih ada teman hingga tiba saatnya aku berubah nanti. I beg it.





Saat ini cangkangku masih terlalu rapuh, mudah pecah. Jangankan untuk dibawa berlari, diam saja aku khawatir akan hancur lagi. Bagiku hembusan nafas pun bagaikan puting beliung yang pastinya mudah menghancurkan cangkang ini. Coba disusun lagi satu per satu. Mengesampingkan segala hal yang tak berguna, mencoba untuk berlaku sedikit egois demi diri sendiri yang sudah begitu lama kulupakan. Menangis ? Berkeluh kesah ? Kalau ada waktu untuk itu semua, kenapa juga tak digunakan untuk yang lebih bermanfaat ? Tidur misalnya ?? Hm, benar juga. Okay, sudah setengah tiga lewat juga. Sleep tight there.





PS. Dear God, Shall I have to be a prophet first to get that miracle ? I’m not a prophet nor
      religious man..

No comments:

Post a Comment