Tuesday, December 22, 2009

TURN BACK THE PENDULUM 3

Ini tentang beberapa hari yang lalu...

Saya sadari belakangan ini saya banyak merenung, tentang semua yang telah saya perbuat selama ini dan pencapaiannya. Sudah maksimal rasanya yang saya perjuangkan selama ini. Namun terkadang dan acap kali hasilnya selalu saja jauh dari yang diharapkan. Dan ternyata luka dan deritanya jauh lebih besar dari bahagianya. Hm, tak apalah, sudah terbiasa begini.

Ada satu hal yang belakangan ini mulai saya rasakan,teman. Bahwa sebentar lagi aku, kamu, kita semua akan memasuki sebuah jalan kedewasaan yang sebenarnya. Dunia orang-orang dewasa. Di sana kamu tidak bisa lagi terus-terusan mengeluh atas semua yang kamu alami. Kamu akan sering menghadapi masalah berat, dimarahi oleh atasan, dicurangi oleh rekan bisnis, belum lagi gaji yang kamu terima tidak mencukupi kebutuhan keluargamu. Saat-saat seperti itu kamu akan berfikir seribu kali untuk menghabiskan uang 20.000 untuk beli rokok atau untuk membeli susu buat anakmu di rumah, untuk membuat istrimu tetap tersenyum bahagia di rumah.


Seberat apapun permasalahanmu di tempat kerja, seluka apapun kamu akibat direndahkan oleh orang lain di luar sana, kamu harus tetap tersenyum ketika pulang dan menghadapi anak istrimu. Saat-saat seperti itu kamu benar-benar sendirian teman, tidak ada lagi tempat untuk berkeluh kesah karena kamu laki-laki. Dan saya katakan seperti ini karena memang saya berasal dari keluarga tak mampu yang sedari kecil sudah merasakan beratnya bertahan hidup untuk hari-hari ke depan.


Dan saya katakan seperti ini agar kamu, temanku, bisa kuat menghadapi hidupmu ke depan. Walaupun kamu bekerja di daerah yang jauh dari perkotaan, dengan gaji yang mungkin saat ini masih rendah, saya hanya berharap agar kamu selalu sabar dan profesional teman. Dan kamu akan menemukan kebahagiaan yang lebih ketika roda hidupmu berada di atas. Untukmu temanku yang ternyata bernasib lebih beruntung, kuharap kamu selalu bersyukur dan jangan tinggi hati karena tuhan bisa menjatuhkan derajat hambaNYA secepat IA menaikkannya. Ini yang terfikirkan oleh saya ketika kembali ke jogja beberapa hari lalu .


Cobalah berbaur dengan rakyat kebanyakan teman, akan kamu temukan esensi kehidupan yang jauh berbeda dari yang kamu pikirkan selama ini.

Di sini roda kehidupan terus berputar, namun mereka selalu profesional dalam melakoni lakonnya masing-masing. Tak terpikirkan oleh mereka mungkin untuk membeli mobil mewah atau memiliki rumah megah. Agar terhidang saja makanan di meja makan untuk besok, itu sudah merupakan kepuasan besar bagi mereka. Dan kau lihat teman, senyum mereka lebih indah daripada senyum monalisa sekalipun.





Pisang-pisang ini adalah penyambung hidup mereka beberapa hari ke depan.

Dan saya yakin kamu semua sudah belajar tentang itu semua teman. Tentang kerasnya kehidupan ini dan upaya untuk bertahan agar tidak terusir dari panggung kehidupan. Dan selalu ada cinta bagimu yang menjadi semangat penopang dan pendorong untuk melangkah ke depan.
Pejuangkanlah selalu apa yang kamu butuhkan teman..

Untuk harapan yang tak pernah tercapai lagi..


Yah, beginilah hidup,

Andai mudah terhubung dengan seseorang di sana..

Andai impian itu bisa jadi kenyataan..

Pasti semua akan terasa nikmat adanya,


Namun hidup adalah perjalanan, ikuti saja ke mana kaki melangkah..

Terus melangkah tanpa kenal lelah,

Karena begitulah adanya aturan hidup itu sejak dahulu kala,


Kamu menyerah pun, dunia di luar sana masih terus berjalan..

Hmmm, jadi teringat masa-masa bahagia itu..

Kebersamaan yang mereka berikan..





Saya pasti akan merindukan saat-saat bahagia ini

Goodbye Halcyon days,

Malam ini tidur beratapkan langit jogja, semoga gak hujan lagi seperti tadi sore..


Selamat malam,teman,.Sleep tight.

Dan telah kusampaikan semuanya padamu teman,


And Let’s Stop The Pendulum Now.


No comments:

Post a Comment