
Ku tuliskan semua ini teman hanya sekedar untuk mengingatkanmu pada sebuah kota yang mana tahu kamu telah jauh di tanah para raja di Eropa atau berkehidupan di dataran para artis dunia di Amerika sana, sehingga kamu lupa tentang kota ini. Kota ini kecil teman, tidak terlalu besar seperti kota-kota yang mungkin saat ini kamu tinggali. Pun tidak terlalu megah seperti kota-kota besar yang kamu bayangkan selama ini. Namun kota inilah yang selama ini telah memberikan begitu banyak pelajaran berarti, yang mengajarkan kita tentang kedewasaan, yang mewadahi kita dalam menampung cita dan harapan tentang masa depan, yang menunjukkan begaimana kerasnya kehidupan, yang menampung setiap airmata luka dan bahagiamu selama ini.
Dan semua tulisan ini saya buat ketika beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk kembali ke kota ini. Tak ada yang bisa saya berikan kepada kota ini, yang telah begitu berjasa membesarkan saya dalam kurun waktu 6 tahun belakangan ini. Begitu cintanya saya dengan kota ini teman sampai-sampai rasanya saya bisa menelusuri setiap sudut kota ini tanpa harus membuka mata. Dan kamu pasti sudah tahu, bahwa ini semua tentang Yogyakarta.
So, Let’s turn back the pendulum..
Dan singkat cerita sang pemuda melanjutkan kuliahnya di teknik kimia. Dunia antah berantah yang sama sekali tidak diketahuinya. Baru 2 tahun pas mau lulus saja baru sedikit tergambar tentang masa depan setelah melanjutkan studi di teknik kimia ini.
Dan jika kamu tahu teman, baru kali ini saya merasakan bagaimana sulitnya hidup untuk pertama kalinya. Sejak dulu mulai dari TK hingga SMA saya tidak pernah terlalu susah untuk mendapatkan nilai yang bagus sehingga selalu mendapatkan rangking teratas dan masuk ke sekolah yang favorit. Namun tuhan itu memang adil, ditunjukkannyalah apa itu yang namanya usaha dan kerja keras pada akhirnya.
Dan di sini pula akhirnya saya bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di indonesia. Mulai dari aceh hingga irian jaya ternyata lengkap tersedia di teknik kimia ini. Maka jangan kaget jika kamu, temanku, melihat plat motor dari A hingga Z bertebaran di kota ini. Dan inilah wajah teman-teman seperjuangan itu.
Hmm, sekarang mereka semua sudah menyebar, dan mungkin ada diantara kamu semua teman yang membaca tulisan ini. Semoga sukses selalu saya doakan. Dan dari beberapa diantara mereka ada yang benar-benar mengena di hati saya, teman-teman bercanda dan gila-gilaan, yang bikin trend centre tersendiri di kampus.
Bersama merekalah saya bertahan di belantara chemical enngineering yang menyesakkan dan menyesatkan ini. Manusia-manusia yang memiliki semangat hidup seperti kecoa. Dan saya katakan seperti ini teman, karena memang seperti itulah kenyataannya. Seringkali kami berusaha mencoba mengakhiri hidup dengan memakan pempek yang di bawa keteng dari palembang setiap akhir semester karena melihat hasil IP yang nasakom juga walau sudah sering memfoto kopi catatan kawan saat malam sebelum ujian, yah cuma di kopi doang sih, karena jam 11 malam ke atas akhirnya dilanjutkan dengan kebiasaan malam masing-masing.Ahahahahaha.Piss ,teman.
Dan jika kamu tahu dan ingat teman, ada dua tempat yang selalu kita kunjungi jika stress itu sudah datang, ketika dosen sudah mulai menyuruh mengerjakan soal termodinamika hingga konsep terapan alatnya yang rasanya bikin ruh lepas dari badan. Toilet dan kantin, kamu pasti tahu kan,teman. Entah kenapa dua tempat ini selalu bikin adem ayem. Serasa berada di kamar kost sendiri.Hmmmmm.
Dan wajah mbak kantin yang selalu ramah bagaikan wajah bidadari yang melepaskan kami dari jeratan neraka.Hm, sedikit lebay gak apa lah ya. Dan inilah wajah-wajah bidadari itu.
Terimakasih sekali saya ucapkan buat mbak kantin 1 yang selalu menyisakan nasi goreng biar gak keabisan oleh angkatan bawah, buat mbak kantin 2 yang bikinin kopi pas banget deh rasanya, mantaph. Buat mbak kantin 3 yang selalu sabar menunggu piring yang uda kepake karena kami makannya terlalu lama dan sering nyampurin yang aneh-aneh ke dalam bekas minuman. Maklum aja deh mbak, kebiasaan di lab jadi kebawa. Dan mbak kantin 4 salam kenal aja deh, belum terlalu kenal soalnya.
Dan dari dalam hati yang paling dalaaaaaaam sekali, saya rindu kebersamaan kita teman. Saya merasa diterima jika berada diantara kalian. Bagaimana kita bermain futsal dini hari dan gelap-gelap ketika futsal belum ramai dimainkan orang, bagaimana kita menemukan bakat artis terpendam diantara dosen-dosen yang ada, bagaimana kita selalu mengakali KRS tiap awal semester karena segan dan malu minta tanda tangan dosen, dan banyak hal-hal bodoh lainnya yang ternyata sekarang menjadi berarti buat dikenang.
Dan sebentar lagi teman, kita semua akan memasuki dunia orang dewasa yang sebenarnya. Di sana kita tidak bisa lagi menggantungkan semuanya kepada orang lain. Kuharap kamu semua,temanku bisa kuat menghadapinya dan jangan pernah takut untuk melangkah. Dan yakinlah ,teman, saat-saat itu semakin dekat.
To be continued...
No comments:
Post a Comment