Thursday, January 28, 2010

Toga Itu

Hari ini temanku wisuda. Ingin sekali rasanya memberikan ucapan selamat kepadanya. Tapi jarak kami sudah begitu jauh, tak mungkin rasanya aku memaksakan diri untuk menuju kotanya berada untuk menyampaikan ucapan itu walau sebenarnya ingin sekali hatiku untuk ke sana. Dia pastinya akan tampak cantik sekali dalam balutan busana wisudanya saat ini, pikirku. Wisuda magisternya, wisuda ke dua yang kulalui tanpa sempat memberikan ucapan langsung padanya. Dulu saat dirimu wisuda sarjana S1 pun aku tak sempat hadir, hanya seikat bunga saja yang dapat kupesan buatmu. Pagi itu, dua tahun silam tepatnya, kudapati sebuah MMS terkirim ke handphoneku. Dirimu yang akan berangkat wisuda di grha sabha pramana. Aku Cuma bisa terpana membayangkan kebahagiaanmu saat itu. Betapa cantik senyum mu saat itu, membuatku terlena seharian membayangkan andaikan dapat kutemani dirimu dalam selebrasi itu. Ingin rasanya kupecahkan celengan ayamku, kugadaikan telepon genggamku untuk berangkat ke tempatmu, sekedar melihatnya lebih dekat. Rindu. Tak apalah, sekedar melihat fotomu saja sudah bahagia juga rasanya.


Kini dirimu wisuda lagi. Wisuda terakhirnya agaknya, kalau kau tak melanjutkan S3 tentunya. Semenjak waktu 2 tahun silam itu telah banyak yang terjadi pada kita. Dan aku sebenarnya teramat malu walaupun hanya sekedar untuk mengakui diri sebagai teman. Ada cerita menarik sebenarnya beberapa hari yang lalu. Saat itu tepatnya tanggal 18 januari, ketika iseng pagi itu kubaca pada status facebookmu ada comment dari temanmu yang mengucapkan selamat wisuda. Pikiranku langsung mengambil kesimpulan,
“hm, ternyata hari ini dia wisuda.”
Ku coba hubungi salah seorang temanku yang juga melanjutkan S2 di teknik kimia UGM buat menanyakan kepastian wisuda hari itu.
“Hm, kalau nggak salah sih iya. Wisudanya tanggal 18 atu 19 gitu ya..”, temanku itu berkata melalui telepon.
Hmm, dasar saya si manusia lugu yang suka tergesa-gesa, langsung saja saya telepon teman dekatku di jogja buat dipesenin buket bunga yang dikirim ke alamatmu hari itu juga. Temanku itu pastinya weleh-weleh geleng kepala mendengarnya. Tapi ia belikan juga bunga itu, kubilang buat pinjam dulu duitnya, nanti saya bayar lewat transfer gantinya.

Maka, berangkatlah kawanku itu ke toko bunga di jogja sana, dekat SMA 3 jogja, nama jalannya tak hafal saya. Namun si bunga baru bisa ia kirimkan agak malam, berhubung jogja hujan sore itu hingga malam. Sampai dirumahmu kawanku itu sekitar pukul 11 waktu kaliurang km 12. Hujan lebat katanya, namun si bunga berhasil tersampaikan. Terkaget-kaget kamu pastinya menerimanya. Ya pastilah, gak ada salju gak ada longsor, tiba-tiba saja ada yang nganterin bunga malam-malam. Saya dengan jumawanya sedikit merasa sok keren bisa memberikan bunga padamu sebagai ucapan selamat wisuda. Ceritanya masih sok perhatian neh. Hehehe.
Lalu handphone ku berbunyi, ada sebuah sms darimu berbunyi begini :
“Ade, makash bgt y.tmn2mu bnr2 hjn2 td.tp ak wisuda tgl 27.tp gpp mksh bgt paketny.bungany bgs sprt hatimu.mksh bgt y ”
Sekejap saya langsung merasa seperti raja yang digulingkan dari tahtanya, bagaikan katak yang berkoar di musim panas, bak anak SD yang berpakaian merah putih pergi ke sekolah padahal tanggal merah, umpama ibu-ibu yang belanja di supermarket tapi pas di kasir baru sadar lupa bawa dompet. Ibarat seorang pemuda yang berpakaian jas mewah yang berangkat ke acara khitanan tetangga. Yup, malu.
Dan tak usahlah saya deskripsikan segala perasaan saya saat itu, ntar tambah malu lagi saya. Mana paginya kamu langsung nulis status yang berhubungan dengan kejadian ini lagi. Pastinya teman-teman yang lain tahu, pikirku. Aaaargh. Hehehe, nyantai ajalah.
Lalu hari ini, tanggal 27 januari kembali ku termangu di tawangmangu ( Cuma untuk menyesuaikan konotasinya saja, biar asyik di baca, red.) Dari kemarin kupikirkan bagaimana caranya memberikan ucapan selamat padamu. Mengirimkan bunga lagi jelas mustahil, secara duit bunga yang kemarin saja belum lunas ku ganti. Takut juga merepotkan si kawan lagi. Mau meneleponmu juga ragu, kamu kan orangnya populer diantara teman-temanmu, pastinya bakalan banyak yang meneleponmu buat memberikan selamat sepanjang hari ini. Lagian gak pantas lagi saya memposisikan diri seperti itu. Hmm, kalau mengirimkan sms kupikir terlalu biasa saja. Saya ingin hari ini menjadi salah satu hari spesial yang akan dikenang selalu bagimu. Jadi perlu pula melakukan hal yang spesial pikirku. Sempat terpikir buat menelepon ibumu yang baik hati. Ahaha, buat apa coba. Ntar dikira sok akrab lagi.
Hm, bagaimana kalau kubuatkan sebuah dongeng atau cerpen tentang dirimu, pikirku. Tempo hari kan dikau pernah minta dibuatkan cerita tentang dirimu. Hm, bagus juga. Biar cepat dan bagus, rencananya ku search saja di internet dongeng tentang princess yang dikau suka, lalu tokoh-tokohnya ku edit dengan menambahkan foto teman-teman kita sebagai tokohnya. Hmm, boleh deh. Tapi apalah daya, untung tak dapat di raih, malang adalah kota di jawa timur, Lama ku cari di internet, tak juga kutemukan cerita yang bagus dan mengena di hati.

Hm, teman, jika dirimu masih menganggapku teman. Sejatinya saya ingin membuatmu tertawa bahagia hari ini. Namun terlalu banyak rintangan, dan saya juga harus sadar diri saat ini. Aku pernah melihatmu tersenyum, tertawa lepas, dan itu yang kuinginkan ada di wajahmu hari ini. Setidaknya hari ini saja. Tak perlu lah aku sampai harus melihatnya, cukup teman-teman di sekitarmu saja yang menikmati senyum dan tawa bahagiamu itu. Tapi tak kutemukan sesuatu yang dapat kulakukan tuk menjadikannya nyata. Lagipula tanpaku pun dirimu pasti tak kan kekurangan bahagia di sana. Aku hanya mencoba untuk turut andil saja dalam bahagiamu. Jadi kutuliskan semua uneg-uneg ku ini. Mungkin bisa membuatmu sedikit tersenyum geli membacanya, tulisan pemuda konyol satu ini. Selamat wisuda ya. Sukseslah selalu dalam hidupmu kedepannya. Dan tak perlu dirimu tuliskan namaku dalam daftar pustaka kehidupanmu, karena membuatmu bahagia saja sudah berarti besar bagiku.

No comments:

Post a Comment