Sunday, January 17, 2010

What is Friendship ?






Perjalanan hidup manusia memang sulit untuk ditebak. Kebahagiaan dan kemalangan datang silih berganti. Tak ada satu pun yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi di waktu mendatang. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami, kamu yakin jarumnya ada di sana, namun tak tahu di bagian mana dari jerami ia tersembunyi. Sukar bagaikan menebak angka yang keluar dari lemparan dua buah dadu, kamu tahu bahwa yang keluar adalah pasangan angka antara satu hingga enam, namun kemungkinan keluarnya bisa sampai beberapa faktorial kemungkinan.
Lalu perihal bagaimana caranya kamu menjalani kehidupanmu ke depannya adalah masalah sendiri lagi. Konsekuensi dari menjalankannya akan muncul dari basis kemungkinan-kemungkinan yang saya sebutkan tadi. Ada orang yang optimis dengan hidupnya, tak terlalu susah baginya untuk menemukan jarum itu, setidaknya dalam pikirannya telah terpatri dengan jelas keyakinannya akan hal tersebut. Ada juga orang yang begitu pesimis dengan hidupnya, tak yakin bisa mendapatkan angka dadu kecil dari setiap lemparan. Yah, itu tergantung pada pribadi kita masing-masing. You sure about it ? Come on, go for it.
Saya bersyukur dengan hidup saya hingga saat ini, dibuktikan dengan masih bisanya saya bertahan hidup hingga saat ini. Walaupun saya akui saya bukan dari keluarga berada, tapi saya masih bisa sekolah hingga perguruan tinggi. Walaupun banyak cobaan yang saya hadapi belakangan ini namun saya masih bisa tertawa setidaknya tersenyum dengan menonton Overa Van Java di TV. Walaupun tak terlalu banyak teman yang saya miliki, namun mereka yang telah menganggap saya teman adalah the best people yang paling saya hargai. Walaupun saya tak tahu arah tulisan ini, namun tetap saya tulisi. Ahahaha.
Hmm, apa arti teman bagimu ?
Friends are the family we choose for ourselves.
Friendship isn’t how you forget, but how you forgive. Not how you listen, but how you understand. Not how you see, but how you feel. Not how you let go, but how you hold on.
Teman adalah seseorang yang menyukaimu, seseorang dengan siapa kamu dapat menjadi diri sendiri, seseorang yang menghargai kebaikan-kebaikanmu pun tidak keberatan dengan kekuranganmu.
Teman adalah orang yang telah kamu ulurkan tanganmu dan begitu pun dia sembari menyebutkan nama satu dengan yang lainnya.
Teman adalah seseorang yang sering memanggil namamu di depan rumahmu untuk mengajak main layangan di suatu sore yang cerah dengan suara lantangnya yang selalu dimarahi ibumu dengan ucapan “si dedek lagi tidur siang, ndak boleh main keluar, ntar kulitnya itam kaya kamu. grrrr!!”
Teman adalah seseorang yang mengajakmu untuk menjaring ikan cupang di parit saat hujan deras dan banjir menggenangi pekarangan rumah, yang tentu saja dimarahi lagi oleh ibumu.
Teman adalah orang yang berkelahi denganmu karena rebutan kartu bergambar namun esoknya ketawa ketiwi lagi sambil makan jambu di pohon jambu tetangga. Ibumu? Ibumu masih selalu memarahinya pastinya.
Teman adalah yang memberikanmu contekan rumus fisika dikala kesulitan dirimu menjawab soal ujian walaupun saat itu sedang ujian matematika. Ibumu sih, sering marahin dia, jadinya gak konsen dia membawa contekan yang benar.
Teman adalah yang bersedia jadi mak comblang ketika kamu naksir dengan anak tetangga yang baru pindah dengan menanyakan nama dan mengajaknya main masak-masakan dan bersedia untuk tidak mengejar layangan untuk satu hari itu.
Teman adalah orang yang duduk di sebelahmu di dalam kelas.
Teman adalah yang kamu oper bola kepadanya dalam permainan sepakbola.
Teman adalah seseorang yang entah kenapa selalu berada satu kelas denganmu sepanjang satu semester dan semester berikutnya.
Teman adalah seseorang yang bersedia kamu ajak nonton bola atau meminjam film di rental video saat malam minggu kamu belum punya pacar walau pun dia punya.
Teman adalah seseorang yang mendengarkan dengan cermat curahan hatimu saat kamu ditolak gadis yang kamu dekati sembari mengajakmu ke angkringan ngopi buat nenangin hati.
Teman adalah seseorang yang tidak marah saat kamu lupa padanya kala dirimu sudah punya pacar dan gak pernah lagi mampir buat ngajakin nonton bola atau minjam film di wahana karena dirimu asyik kencan.
Teman adalah seseorang yang bersedia menemanimu saat kamu butuh teman dengan mengenyampingkan kesibukannya sendiri, yang perhatian dengan keadaanmu saat orang terdekatmu bahkan tak perhatian sama sekali.
Teman adalah seseorang yang menyukai anjing peliharaanmu walaupun sebenarnya dia paling takut dengan anjing akibat trauma masa kecil.
Teman adalah seseorang yang bersedia bangun di malam hari mendengarkan keluhan hatimu di telepon ketika kamu baru putus dengan pacarmu.
Teman adalah orang yang sadar bahwa kamu sedang sakit walaupun kamu tak mengatakan bahwa kamu sedang sakit. Yang rela membelikan obat malam-malam di tengah hujan dan mengantarkannya kepadamu demi satu senyumanmu, demi keringanan rasa sakitmu.
Teman adalah seseorang yang selalu cerewet menanyakan kabarmu tiap harinya, lebih cerewet dari orangtuamu sendiri terkadang.
Teman adalah yang tanpa malu mengobrak abrik rumah sakit demi mengetahui kabar bahwa kamu kecelakaan, padahal cuma terserempet motor.
Teman adalah seseorang yang pura-pura sudah kenyang, banyak pulsa, dan lagi banyak duit ketika kamu datang buat meminjam duit padanya, padahal uangnya tinggal selembar duapuluhribuan yang dia pinjamkan padamu itu.
Teman adalah orang yang dengan semangat 45 datang ke kampusmu buat menyemangatimu dalam menjalani pendadaran meskipun akhirnya teman-teman kampusmu cuekin dan anggap rendah ia karena mungkin tak sederajat kasta pertemanannya.
Teman adalah seseorang yang selalu mengisikan absen buatmu saat kamu tak hadir, yang membuang onak dan duri di jalanan saat tahu kamu akan melangkah di sana, yang membelamu ketika dimarahin dosen atau atasan, yang bahkan tak kamu masukkan dia dalam kategori mutual friend di facebookmu karena wajahnya tak cukup menarik menurutmu.Dia bukan pangeran tampan yang menunggangi kuda putih, lebih sering teman adalah kuda putih yang ditunggangi pangeran tampan.
Teman adalah seseorang yang tahu bahwa kamu sedang bersedih walaupun kamu sedang tertawa.
Teman adalah seseorang yang hanya mau berbagi kebahagiaannya denganmu, namun kesedihannya rapat-rapat dia usahakan tuk dipendam, jangan sampai kamu turut bersedih pikirnya.
Teman adalah orang yang menghabiskan sisa uang bulanannya untuk membelikan bunga dan menuliskan nama orang kesayanganmu di kartu ucapannya, bukan namanya sendiri, sekedar membuatmu bahagia.
Teman adalah seseorang yang kebal terhadap ribuan peluru namun rubuh akibat satu tetes air matamu.
Teman adalah orang yang jatuh cinta kepadamu namun tak berani mengungkapkannya karena tahu bakalan ditolak dan takut dirimu akan menjauh karenanya.
Teman adalah seseorang yang menyatakan cinta padamu walaupun tahu akan kamu tolak, yang tahu konsekuensinya bagaikan menjemput ajal dengan kehilangan kamu. Namun tak rela juga pun untuk menjauh darimu dan tidak memerhatikanmu lagi.
Teman adalah seseorang yang jutaan kali kamu buat terluka namun selalu memaafkan dan ceria kembali dengan satu sms “selamat hari raya idul fitri” mu.
Teman adalah kamu ketika berbicara tentang aku, walaupun belum tentu aku ketika berbicara tentangmu.
Teman adalah satu kata jawaban yang akan kamu lontarkan untuk menjawab pertanyaan orang terdekatmu yang keheranan, lima atau sepuluh tahun mendatang ketika dirimu tiba-tiba tersenyum saat berselisih jalan dengan seseorang di keramaian yang juga tersenyum melihatmu. Saat itu tak perlu kata untuk tersambung, tak butuh jabatan tangan untuk menyapa, karena hanya kamu dan dia saja yang tahu.

"..dia adalah teman terbaikku."





Teman adalah ketulusan yang acapkali diabaikan dan terkadang disalahartikan.

No comments:

Post a Comment