"For what it’s worth, it’s never too late, or in my case too early, to be whoever you want to be. There’s no time limit... start whenever you want... you can change or stay the same. There are no rules to this thing. We can make the best or the worst of it. I hope you make the best of it. I hope you see things that stop you. I hope you feel things that you never felt before. I hope you meet people with a different point of view. I hope you live a life that you’re proud of and if you find that you’re not, I hope you have the strength to start all over again."
Dan berangkatlah saya dengan tergesa-gesa, ke stasiun tempat tujuan saya di mana. Tempat pemberhentian sekaligus penjemputan yan g telah pula saya idam-idamkan keberadaannya. Tadi malam telah saya impikan tentang semua. Tentang cita, cinta, harapan, dan impian yang telah sekian lama saya lekatkan dalam mimpi hati. Telah pula jauh hari saya persiapkan tentang ini semua, tentang keberangkatan ini. Saya beli tiket jauh-jauh hari, bukan untuk mendapatkan suatu harga yang murah, tapi karena impian yang nyata telah ada di depan mata. Saya persiapkan bekal sebaik-baiknya, saya periksa kelengkapannya setiap hari. Bahkan menjelang keberangkatan itu semakin sering saya melakukannya.
Ketika saya yakin seyakin-yakinnya bahwa semuanya telah pula lengkap tersedia, saya kantongi karcis yang ada, saya susun bawaan di depan mata, dan tertidurlah saya menunggu pagi tiba. Dengan gelisah gembira dan penuh impian yang akan segera teraih di depan mata. Malam itu saya bahkan telah pula merasakan bau asap kereta yang akan membawa impian saya. Dekat terasa, hanya terpisahkan oleh sang malam. Saya sadari ini adalah malam paling lama yang pernah saya rasakan.
Tunggu saya, sekejap setelah malam ini berakhir, saya akan berada di sana, ke tempat tujuan sempurna.
Mata terpejam.
Lama..
Pagi menjelang.
Mata masih terpejam.
Dan begitulah adanya, ketika saya terjaga, semuanya telah berubah. Saya pacu langkah menujunya, hening. Setibanya di sana, sepi. Di mana kereta saya ? Di mana keberangkatan saya, tuan?
Tiada. Semuanya sudah terlambat. Usaha yang telah pula kamu pupuk lama, kamu daya upayakan, sekejap sirna karena malam yang mengharuskanmu terlelap, walau sesaat. Sekejap saja sudah cukup untuk membuyarkan semua. Mengubah semua yang ada. Dan kereta itu pun telah jauh pergi.
(Malam 5 Ramadhan, ketika tak tahu akan berbuat apa, hanya sekedar tulisan centang perenang..)


No comments:
Post a Comment