Monday, August 2, 2010

Time after time

Kenapa begini lagi jalan ceritanya, heran saya
Bukan begini seharusnya yang terjadi, setidaknya rencananya bukan seperti ini
Lalu, apa mau dikata...


Langit sore ini begitu gelap, dari siang telah bergelayutan di atap dunia kumpulan mega mendung, siap menghantarkan hujan. Tak jelas kapan akan turun, mungkin nanti malam. Kalau sudah begini perasaan jadi gak menentu. Seakan tiba-tiba tirai besi dihamparkan di sekeliling, mengungkung, mengurung.

Perasaan hati adapun kalau ia memiliki citra perwujudan materi maka akan tampak bagai sesosok pengemis tua berbalut kain rombeng kusam dengan tangan menengadah meminta-minta. Meminta harapan, meminta pengharapan. Maka Engkau berikanlah kiranya recehan-recehan yang tak Kau anggap berguna itu, yang ku anggap berarti sangat pastinya. Diam.

Duabelas gelas telah pula hilir mudik antara dapur dan ruang kerja. Mengisi lambung yang tak lagi utuh sehatnya. terus diguyur basah oleh kafein pekat, sekedar guna melahirkan sang endorfin. Rokok tak ketinggalan. Belakangan jadi hobi mengepul-ngepulkan asap. Terasa nyaman, kalau kau tak percaya. kau benar makanya kutiru. Kalau kau dengar maka tertawa kau pastinya dengan suara tawamu yang aneh di telinga.

Duapuluh enam adalah abjad yang telah pula kuutak-atik demi merangkai kata agar bagus terbaca agar indah tercurah agar dimengerti, kau mengerti. Sudah pula ia menyamai bunyi rintik gerimis hujan yang mulai senang berlarian di atas atap rumah. Kupacu lebih cepat agar tak terdengar langkah mereka, takut menyelimuti jika mereka datang bersamaan. makin kelam saja ruangan ini jadinya. Aku tak mau.

Hujan. Kumpulan mega mendung bertabrakan di langit, bersorak seakan habis memenangkan pertandingan, mencurahkan berjuta galon minuman ke permukaan bumi. Basah. Kalian menang di atas sana. Tak terasa kemenangan itu oleh saya di bawah sini. Heran saya.Kalah alunan ketik saya, mengundurkan diri akhirnya, bergelung dalam selimut tebal. Entah sampai jam berapa. Alarm sengaja tak kuhidupkan, berharap ketika bangun adalah kejutan terbesar dalam keseharian ini. Wuah, kok berharap lagi. Mengemis lagi artinya. Terserahlah.

Selamat malam.

No comments:

Post a Comment