Ada orang yang memiliki kesempatan dan kemampuan, namun tak bisa melakukan apa yang diinginkannya.
Ada orang yang berjuang sepenuh hati segenap jiwa untuk meraih impiannya, namun tak bisa teraih sama sekali.
Terlepas dari itu semua, tentu saja ada juga kondisi yang lebih menguntungkan. Yang mampu melakukan apa yang diinginkannya karena memiliki kesempatan dan kemampuan. Ada juga yang tak perlu berusaha sama sekalu namun apa yang dikehendakinya datang begitu saja di hadapannya. Senangnya andaikata hidup bisa demikian.
Namun, bagi yang mendapatkan kondisi dua di atas, yang tak beruntung dan selalu dipermainkan oleh nasib adalah sangat sulit untuk percaya kembali dengan impian dan harapan. Apa-apa yang dahulunya tampak mudah dan bisa teraih namun pada akhirnya hanya berujung untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan, bukan sesuatu yang ingin dilakukan.
Di mana letak harapan dan impian bagi segelintir orang yang berada dalam posisi tersebut? Mereka yang selalu dipermainkan oleh takdir, yang menjadi korban iming-iming dari impian yang dulu sewaktu kecil digembar-gemborkan oleh orang-orang dewasa. Akankah semuanya hanya berakhir menjadi sebuah ninabobo yang memudahkan seseorang terlelap? Akankah semuanya hanya akan berakhir sebagai rayuan agar orang bisa tetap hidup dan menerima nasib apa adanya?
Bukan maksud hati untuk pesimis, cuma setelah dipikir lama dan menjalani proses yang tidak mudah, akhirnya muncul pikiran seperti ini. Untuk pengemis yang sedari kecil hidup dari meminta-minta di perempatan jalan, di mana letak harapan memeluk cita-cita mereka? kapan kiranya kebahagiaan datang menghampiri mereka? secara kasar bisa dikatakan sepanjang sisa umur mereka akan dihabiskan dalam kehidupan seperti itu terus menerus. Mungkin ada satu atau dua yang bisa terlepas dari belenggu kesulitan hidup semacam itu, namun untuk mereka yang lain ? yang jumlahnya ribuan orang lagi? saya kembali mempertanyakan di mana letak keadilan bagi mereka yang berada dalam posisi ini. Dimana letak berfungsinya kata-kata manis itu, pengumbar semangat itu, yang katanya semuanya bisa berhasil dan diraih dengan usaha dan kerja keras? Ujung-ujungnya semuanya akan berakhir dengan kepasrahan dan mencoba bahagia dan puas dengan bentuk kehidupan seperti itu. Dan kekayaan, kehidupan mapan, kehangatan rumah tangga, hanyalah nyanyian pengantar tidur atau mungkin sekedar dongeng saja. Bukan untuk dipercaya, namun hanya untuk penghibur agar tidak banyak yang menyerah dengan keadaan mungkin. Sepertinya terlalu banyak yang dibohongi jadinya.
No comments:
Post a Comment